Perkenalkan, nama saya adalah
Dika Andrian Husniadhy, Mahasiswa semester 2 di Universitas Gunadarma Jurusan
Sistem Informasi.
Kali ini saya akan mewawancarai
kisah perjalanan kehidupan dari seorang penjajak makanan pinggir jalan, yang benar
– benar berjuang dari awal dia merintis dari kesusahan dan kejamnya Ibu Kota
hingga dia berhasil menjadi seorang pengusaha martabak yang maju di tempatnya.
Oke langsung saja kita simak wawancara saya dengan
beliau berikut ini.
Saya: Selamat malam,
perkenalkan nama saya Dika Andrian Husniadhy, boleh tau nama anda
siapa?
Narasumber:
Selamat malam juga, perkenalkan nama saya Ulul Azmi. Kalo boleh tau ada perlu Apa yah kamu kesini? Apa ingin membeli
Martabak? Silahkan dipilih menunya dan silahkan memesan.
Saya: Ok Mas atau Bapak nih
saya memanggilnya?
Narasumber: Kalau Bapak kesannya saya terlalu tua yah hehehehe. Mas aja mungkin lebih baik.
Saya: Ok Mas, kebetulan saya
mendapat tugas dari kampus saya, pelajaran Ilmu Budaya Dasar. Nah disini tugasnya temanya tentang
Pandangan Hidup. Maka dari itu saya ingin mewawancarai Mas sebagai
Narasumber tentang pandangan hidup itu menurut Mas sendiri bagaimana?
Narasumber: Oh jadi kamu datang kesini mau wawancarai saya? Hehehehe jadi malu saya. Kenapa harus saya yang di wawancari? Kan masih banyak disana orang – orang yang jauh lebih sukses.
Saya: Ok mas langsung aja,
awal mulainya usaha Martabak ini sejak tahun berapa?
Narasumber: Saya memulai usaha ini dari sekitar tahun 2008 kurang lebih.
Saya: Terus bagaimana memulai
usaha Martabak ini awalnya?
Narasumber: Waktu dulunya saya seorang pengangguran yang tak mempunyai keahlian dan cuma bermodal nekat mengadu nasib di Ibu Kota hehehehe.
Saya: Lalu setelah itu, bagaimana
Mas bisa memulai menjadi seorang penjual Martabak?
Narasumber: Awal cerita, saya memmpunyai saudara yang merantau di Jakarta. Pada saat itu saya menghubungi dia dan membertahukan keberadaan saya di Jakarta yang cuma sebatang kara dan tidak punya arah tujuan hidup saya kedepannya.
Saya: Lalu apa tanggapan
saudadra Mas sendiri pas sudah tau keberadaan Mas?
Narasumber: Pas dia sudah tau, dia menyuruh saya untuk datang kerumahnya di daerah Bekasi. Terus disini saya bingung soalnya waktu itu sudah larut malam sekitar jam 23.30 kendaraan juga udah gak ada yang beroperasi lagi, dan saya juga cuma punya uang Rp. 1.500,-00. Dengan langkah yang pelan akhirnya saya putuskan untuk nekat berjalan kaki dari daerah Cakung menuju Bekasi. Selama diperjalanan saya cuma menggunakan www.0facebook.com untuk komunikasi sama saudara saya.Selama perjalanan uang dipakai untuk membeli air mineral dan sebatang rokok dengan uang yang saya miliki. Uang saya pun habis namun saya harus tetap berjuang untuk bertemu dengan saudara saya di Bekasi. Selama perjalanan saya merasa lapar, haus, lelah dan mengantuk. Tapi semua tidak saya rasakan dan saya tetap berjuang dengan berjalan kaki dari Cakung hingga Bekasi. Sepanjang
Perjalanan tak ada orang satupun yang
menolong saya, bahkan hati saya sedikit menangis ketika saya meminta tolong pada
orang lain, dan orang itu pergi begitu saja meninggalkan saya sendiri.
Saya: Setelah tiba di Bekasi
pengalaman apa yang Mas dapat?
Narasumber: Disini saya mulai belajar cara membuat Martbak yang diajarkan oleh saudara saya. Selama berbulan – bulan saya belajar hingga saya bisa dibilang mahir dalam membuat Martabak. Setelah mahir saya mencoba untuk membuka usaha Martabak sendiri dengan bantuan dari saudara saya.
Saya: Setelah Mas mendapat
bantuan lalu apa yang Mas lakukan kedepannya?
Narsumber: Nah ... akhirnya saya mencoba berdiri sendiri membuat usaha sendiri dan Alhamdulillah hingga saat ini usaha saya maju dan lancar.
Saya: Oke Mas terima kasih
atas waktunya telah berkenan untuk di wawancarai, kalo boleh tau, apa tips dan saran yang harus dilakukan
untuk kita sebagai anak muda khususnya
generasi penerus bangsa.
Narasumber: Jangan pernah mengenal kata menyerah khususnya anak muda masa kini. Karna bukan seberapa besar mimpi yang kamu punya, tetapi bagi saya yang paling penting adalah seberapa besar usaha yang kalian lakukan untuk mewujudkan mimpi itu. Karna kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada hidup kita kedepan, apapun yang terjadi, hidup meski jalan terus. Tetap semangat anak muda.
Saya:
Sekali lagi terima kasih atas pesannya dan sudah berbagi ilmu yang diberikan kepada saya dan semoga pelajaran ini
bermanfaat bagi saya dan banyak orang.
Narasumber: Iya sama – sama makasih juga sudah menulis tentang perjalanan hidup saya.
Begitulah
kiranya wawancara yang saya lakukan dengan seorang Pedagang Martabak yang
sukses di Kota Bekasi. Semoga apa yang diceritakan ada wawancara diatas dapat
bermanfaat bagi kehidupan kita dimasa yang akan datang. Seperti yang di ucapkan
beliau, “Karna kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi dengan hidup kita
kedepan, namun apapun itu hidup meski jalan terus”
*Berikut saya lampirkan Foto dan Video Beliau sedang membuat Martabak untuk pembeli.
Jika anda berminat untuk menyicipi sedikit rasa khas martabak ini, silahkan hubungi saya melalui phone 089614548230 atau melalui email saya dikaandrian.husniadhy@ymail.com
semoga artikel yang saya buat bermanfaat untuk saya dan kita semua.
Mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisannya, tak luput saya ucapkan terima kasih banyak.
Wasaalamualaikum ... Wr ... Wb ...







